Console Jadul

3 Masalah Hardware Paling Umum di Konsol Retro

Musuh Utama Para Kolektor: Merawat Mesin Tua

Mengoleksi dan memainkan konsol retro seperti NES, Sega Genesis, hingga PlayStation 1 memang memberikan kepuasan tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh emulator. Ada sensasi magis saat kita memasukkan kaset fisik dan menekan tombol power di mesin aslinya. Namun, layaknya semua barang elektronik yang sudah berumur puluhan tahun, komponen di dalam mesin-mesin tua ini memiliki masa pakai yang terbatas.

Sering kali, konsol yang awalnya disimpan dalam kondisi prima tiba-tiba mogok kerja saat ingin dimainkan kembali. Memahami masalah hardware paling umum di konsol retro adalah langkah awal yang wajib dikuasai oleh para kolektor agar bisa melakukan tindakan penyelamatan sebelum kerusakan merembet ke komponen lain.

Yuk, kita bedah 3 masalah utama yang paling sering menyerang konsol kesayanganmu!

1. Kapasitor Bocor (Capacitor Plague)

Inilah pembunuh berdarah dingin nomor satu bagi hampir semua perangkat elektronik jadul. Kapasitor adalah komponen kecil berbentuk tabung yang berfungsi untuk mengatur aliran listrik di dalam motherboard. Seiring berjalannya waktu, cairan kimia di dalam kapasitor ini bisa mengering atau bahkan bocor keluar. Cairan yang bocor ini bersifat korosif dan bisa merusak jalur tembaga pada papan sirkuit jika dibiarkan terlalu lama. Ciri utama dari masalah ini adalah konsol mendadak mati total, suara game menjadi kresek-kresek, atau muncul bau gosong yang khas saat mesin dinyalakan.

2. Optik Lemah atau Bergeser pada Konsol Berbasis CD

Bagi kamu pemilik konsol generasi awal yang sudah menggunakan media cakram kompak seperti PS1, Sega Saturn, atau Dreamcast, masalah optik adalah hal yang sangat lumrah terjadi. Komponen laser yang bertugas membaca data di dalam CD memiliki masa pakai tertentu. Debu yang menumpuk, lensa yang tergores, hingga melemahnya kumparan penggerak laser bisa membuat konsol mengalami stuttering (patah-patah) saat memutar cutscene video, atau bahkan memicu eror disc read error. Solusi darurat zaman dulu seperti membalikkan posisi konsol menjadi tengkurap sebenarnya adalah tanda bahwa mekanik optik mesinmu sudah minta diganti dengan yang baru.

Baca juga : 5 Konsol Gagal yang Sebenarnya Punya Game Bagus

3. Korosi dan Kotoran pada Pin Slot Kaset (Cartridge)

Pernah mengalami momen menyebalkan saat menyalakan Nintendo (NES) atau Game Boy, tapi layar televisi hanya menampilkan garis-garis kotak atau layar hitam? Kebiasaan buruk zaman dulu yang sering meniup ujung kaset sebenarnya adalah penyebab utama masalah ini. Uap air dari tiupan mulut justru mempercepat proses oksidasi yang menimbulkan karat atau korosi pada pin kuningan di dalam slot konsol maupun kaset game. Akibatnya, koneksi listrik antara kaset dan mesin menjadi terhambat. Untuk mengatasinya, kamu tidak perlu meniupnya lagi, melainkan cukup membersihkannya menggunakan cairan Isopropil Alkohol (IPA) dan cotton bud.

Jangan lewatkan promo top up di RRQ Top Up buat amanin item favorit kamu di game kesayangan kamu!