Sucker Punch Productions sukses memikat hati jutaan gamer lewat game Ghost of Tsushima. Mereka menampilkan keindahan alam pulau Tsushima dan kisah heroik Jin Sakai saat melawan invasi Mongol. Namun, studio ini sekarang mengambil langkah kejutan yang sangat berani. Mereka tidak merilis sekuel langsung dengan karakter yang sama.
Studio ini justru memperkenalkan era baru di wilayah utara Jepang. Latar waktunya bergeser tiga abad setelah era Jin Sakai. Fokus petualangan kini berpusat pada sosok protagonis wanita bernama Atsu. Dia akan menjelajahi area sekitar Gunung Yōtei pada tahun 1603.
Perubahan latar waktu dan tempat ini membuka peluang besar bagi tim pengembang. Mereka bisa mengeksplorasi budaya samurai dari sudut pandang baru. Barisan inovasi visual dan mekanik pertempuran yang segar menjadi alasan utamanya. Hal itu membuat hal menarik Ghost of Yotei wajib masuk wishlist belanja game kamu sekarang.
Yuk, kita bedah 5 elemen paling memikat dari petualangan terbaru di tanah Ezo ini!
1. Protagonis Baru Atsu dengan Senjata Shamisen dan Dua Pedang

Kehadiran Atsu sebagai karakter utama membawa dinamika pertarungan yang sangat berbeda. Atsu diceritakan sebagai seorang pejuang mandiri yang tangguh. Dia tidak terikat oleh kode etik samurai yang kaku. Alhasil, dia bisa bertarung dengan gaya yang lebih fleksibel. Atsu menguasai teknik dua pedang atau Daisho dengan sangat baik. Dia juga terlihat membawa instrumen musik tradisional Shamisen di punggungnya. Alat musik ini diprediksi menjadi bagian penting dalam mekanisme cerita.
2. Eksplorasi Wilayah Utara Jepang yang Liar dan Eksotis

Latar belakang tempat game ini berfokus pada area Ezo. Wilayah ini sekarang dikenal dengan nama Hokkaido. Pada masa itu, Ezo berada di luar kekuasaan Keshogunan Tokugawa. Pemain akan disuguhkan pemandangan alam liar yang sangat kontras. Pemandangannya sangat berbeda jika dibandingkan dengan pulau Tsushima. Kamu bisa menjelajahi hamparan padang salju yang sangat luas. Ada juga padang rumput penuh bunga liar dan hutan pinus yang lebat. Keindahan kaki Gunung Yōtei ini akan memanjakan mata para pencinta visual estetis.
Baca juga : 4 Rahasia di Balik Bunyi Startup Konsol Ikonik
3. Mekanik Pertarungan yang Lebih Dinamis dengan Kehadiran Senjata Api Awal

Game ini mengambil latar belakang cerita pada tahun 1603. Pada masa itu, teknologi persenjataan di Jepang sudah mulai berkembang. Perkembangan ini terjadi berkat pengaruh jalur perdagangan dari luar negeri. Atsu tidak hanya menggunakan pedang dan panah tradisional. Dia juga bisa menggunakan senjata api awal berjenis matchlock. Senjata ini sering disebut senapan sundut di dalam pertempuran. Kehadiran senjata api tentu mengubah jalannya strategi perang jarak jauh. Pemain kini memiliki opsi inisiasi serangan yang lebih variatif.
4. Sistem Angin Pemandu yang Di-upgrade Menjadi Lebih Interaktif

Fitur Guiding Wind yang sangat ikonik dipastikan akan kembali hadir. Sucker Punch memberikan fungsi yang lebih disempurnakan pada fitur ini. Di game terbaru ini, angin pemandu tidak lagi sekadar menunjukkan arah jalur lurus. Efek visual tiupan angin akan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Gerakannya terlihat lebih organik saat menggerakkan ilalang atau menerbangkan kelopak bunga. Angin ini juga bisa menuntun pemain menemukan hewan liar rahasia untuk dijinakkan.
5. Kualitas Audio dan Soundtrack Tradisional yang Jauh Lebih Megah

Sucker Punch bekerja sama dengan musisi tradisional Jepang kelas dunia. Mereka menggubah aransemen musik yang sangat autentik di dalam game ini. Suara tiupan seruling Shakuhachi akan menemani perjalanan kamu. Petikan senar Shamisen juga mengiringi setiap momen dramatis petualangan Atsu. Kualitas audio yang megah ini sangat efektif dalam membangun emosi pemain. Suasana terasa imersif saat menjelajahi alam maupun saat berduel satu lawan satu.
Pastikan juga untuk mengunjungi situs resmi RRQ Topup guna mengamankan saldo dompet digital konsol kamu. Saldo tersebut bisa kamu gunakan untuk melakukan pre-order game ini dengan mudah.
