Dreamcast

5 Fakta Menarik Dreamcast yang Mendahului Zamannya

Konsol Terakhir SEGA yang Penuh dengan Inovasi

Bagi para gamer generasi 90-an, nama SEGA tentu memiliki tempat tersendiri di dalam ingatan. Setelah sukses besar dengan era 16-bit lewat Sega Genesis, perusahaan asal Jepang ini menutup perjalanan mereka sebagai produsen hardware melalui sebuah konsol ikonik bernama Dreamcast yang rilis pada akhir abad ke-20. Meskipun penjualannya kalah telak dari dominasi PlayStation 2, para pengamat teknologi sepakat bahwa Dreamcast adalah mahakarya yang sangat visioner.

Konsol ini tidak gagal karena teknologinya jelek, melainkan karena konsep yang mereka bawa terlalu maju untuk ukuran zamannya.

Penasaran apa saja kehebatan konsol putih ini? Yuk, kita bedah 5 fakta menarik Dreamcast yang mendahului zamannya berikut ini!

1. Konsol Pertama dengan Modem Internal untuk Online Gaming

Dreamcast

Jauh sebelum PlayStation Network atau Xbox Live menjadi standar industri seperti sekarang, Dreamcast sudah memperkenalkan konsep online gaming ke ruang tamu para gamer. Konsol ini dilengkapi dengan modem bawaan berkecepatan 56k (yang bisa di-upgrade ke broadband). Melalui jaringan bernama SegaNet, pemain dari berbagai belahan dunia sudah bisa mabar game seperti Phantasy Star Online atau Quake III Arena. Konsep ini sangat gila mengingat pada tahun 1999, internet masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar orang.

2. VMU: Memory Card yang Berfungsi sebagai Konsol Genggam Mini

Dreamcast 2

Inovasi paling unik dari Dreamcast terletak pada memory card miliknya yang disebut VMU (Visual Memory Unit). Alat ini bukan cuma sekadar wadah untuk menyimpan data save game, melainkan sebuah gadget mini yang dilengkapi dengan layar LCD, tombol navigasi, dan speaker. Saat dicolok ke dalam controller, layarnya akan menampilkan informasi tambahan seperti indikator darah atau taktik rahasia. Kerennya lagi, kamu bisa mencabut VMU ini untuk memainkan game mini peliharaan ala Tamagotchi saat kamu sedang berada di luar rumah.

3. DLC (Downloadable Content) Pertama di Dunia Konsol

Banyak gamer zaman sekarang yang mengira kalau konsep DLC (Downloadable Content) adalah penemuan baru dari era PS3 atau Xbox 360. Faktanya, Dreamcast sudah menerapkan sistem ini lebih dulu. Melalui situs web resmi yang bisa diakses langsung lewat peramban bawaan konsol, pemain bisa mengunduh konten tambahan seperti sirkuit baru untuk game balap, kostum karakter spesial, hingga quest tambahan untuk game RPG. Semua konten ini disimpan langsung ke dalam memori VMU secara gratis.

Baca juga : Cheat GTA 5 Lengkap di PC dan Console Terbaik

4. Penggagas Awal Konsep Dunia Open-World yang Realistis

Sebelum seri game Grand Theft Auto bertransformasi menjadi game tiga dimensi yang luas, sutradara legendaris Yu Suzuki melahirkan sebuah proyek ambisius di Dreamcast bernama Shenmue. Game ini menjadi cetak biru bagi perkembangan game open-world modern. Shenmue memperkenalkan sistem cuaca yang dinamis, siklus siang dan malam secara real-time, hingga rutinitas harian para NPC (karakter non-pemain) yang memiliki jadwal aktivitas mereka masing-masing secara spesifik.

5. Menggunakan Sistem Operasi Windows CE dari Microsoft

Kerja sama antara SEGA dan Microsoft dalam proyek Dreamcast menjadi salah satu langkah paling menarik di masa itu. Dreamcast dirancang agar bisa menjalankan sistem operasi Windows CE yang sudah dimodifikasi. Kehadiran OS ini sangat membantu para pengembang game PC untuk melakukan porting karya mereka ke dalam versi konsol dengan sangat mudah dan cepat. Hubungan mesra inilah yang nantinya menginspirasi Microsoft untuk melahirkan konsol mereka sendiri, yaitu Xbox, beberapa tahun kemudian.

Belom top up minggu ini? Jangan sampai kelewatan promo top up game kesayanganmu di RRQ Top Up ya!