Obsesi Memperpanjang Umur: Fenomena Perangkat Tambahan
Pada era transisi teknologi dari bit kecil ke era grafis tiga dimensi, banyak produsen konsol yang merasa panik karena produk mereka kalah cepat dari perkembangan zaman. Alih-alih merilis konsol baru yang butuh biaya riset mahal, mereka memilih jalan pintas dengan menciptakan perangkat tambahan atau add-on. Konsepnya adalah memasang mesin baru di atas konsol lama agar kemampuannya bisa meningkat secara instan tanpa perlu membeli unit baru.
Sayangnya, sebagian besar dari ide eksperimental ini berakhir menjadi produk bencana yang membingungkan konsumen dan merugikan pihak pengembang game.
Mari kita buka kembali catatan sejarah kelam industri lewat daftar 5 add-on konsol paling gagal dalam sejarah berikut ini!
1. Sega 32X (Sega Genesis)

Sega 32X adalah contoh nyata dari manajemen internal SEGA yang sangat berantakan di era 90-an. Berbentuk seperti jamur raksasa yang dicolok di atas slot kaset Sega Genesis, alat ini dijanjikan bisa mengubah konsol 16-bit menjadi mesin 32-bit secara murah. Kenyataannya, alat ini membutuhkan adaptor listrik terpisah yang membuat meja TV pemain penuh kabel. Hanya berumur kurang dari satu tahun, perangkat ini langsung disuntik mati oleh SEGA karena mereka memilih fokus merilis konsol Sega Saturn.
2. Atari Jaguar CD (Atari Jaguar)

Atari mencoba menyelamatkan konsol 64-bit mereka yang tidak laku dengan merilis sebuah pemutar CD tambahan bernama Jaguar CD pada tahun 1995. Desain dari add-on ini sangat aneh karena terlihat menyerupai bentuk kloset toilet saat dipasang di atas konsol utamanya. Selain bentuknya yang menjadi bahan tertawaan, mesin pembaca CD milik Atari ini memiliki kualitas produksi yang sangat buruk dan sangat mudah mengalami kerusakan mekanik bahkan saat baru beberapa minggu digunakan.
Baca juga : Nostalgia Premium: Apa Itu Konsol Clone Resmi?
3. Famicom Disk System (Nintendo Famicom)

Dirilis eksklusif di wilayah Jepang pada tahun 1986, alat ini dipasang di bawah konsol Famicom untuk mengubah media penyimpanan dari kaset menjadi piringan disket khusus. Meskipun sempat sukses melahirkan game legendaris seperti versi awal The Legend of Zelda, alat ini akhirnya ditinggalkan karena teknologi cartridge biasa ternyata berkembang lebih cepat dan mampu menampung kapasitas memori yang jauh lebih besar tanpa perlu waktu loading disket yang lama.
4. TurboGrafx-CD (TurboGrafx-16)

NEC mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama yang merilis pemutar CD untuk konsol rumahan lewat TurboGrafx-CD. Sayangnya, inovasi yang terlalu cepat ini harus dibayar mahal dengan harga jual yang tidak masuk akal pada masa itu, yaitu sekitar 400 USD! Angka tersebut jauh lebih mahal daripada harga konsol utamanya sendiri. Konsumen yang enggan mengeluarkan uang ekstra membuat perangkat ini sepi peminat dan kekurangan pasokan game berkualitas.
5. Nintendo PlayStation (SNES CD-ROM Prototype)

Inilah produk gagal yang tidak pernah rilis ke publik namun berhasil mengubah peta industri gaming selamanya. Nintendo sempat bekerja sama dengan Sony untuk membuat add-on pemutar CD khusus untuk konsol SNES. Namun, karena perselisihan kontrak pembagian keuntungan di menit-menit terakhir, Nintendo secara sepihak membatalkan kerja sama ini di depan publik. Sakit hati karena dikhianati, Sony akhirnya menggunakan teknologi riset tersebut untuk menciptakan konsol mereka sendiri, yang kini kita kenal dengan nama PlayStation.
Masih suka main game Nintendo? Hajar di Switch ajaa, beli vouchernya di RRQ Top Up jangan lupa!
